Edi Misero Ingatkan KOPDES Tak Bersaing dengan UMKM Desa

  • Bagikan
Ilustrasi aktivitas pelaku UMKM. (Foto: Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta Sekretaris Jenderal Asosiasi UMKM Indonesia, Edi Misero, menyoroti konsep operasional Koperasi Desa atau Kelurahan (KOPDES) yang tengah digagas pemerintah. Menurutnya, jika tidak dirancang secara hati-hati, keberadaan KOPDES justru bisa menimbulkan persaingan tidak sehat dengan pelaku usaha kecil yang sudah lama beroperasi di wilayah perdesaan.

Edi Misero menyambut baik langkah pemerintah yang mengalokasikan dana hingga Rp3 miliar untuk setiap KOPDES sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi desa. Namun, ia menekankan pentingnya menjaga fungsi koperasi agar tetap sejalan dengan semangat pemberdayaan ekonomi lokal, bukan mengambil alih peran pelaku usaha kecil yang telah eksis.

“Kok koperasi desa jualan LPG? Yang jualan LPG di desa sudah ada. Yang jualan gula sudah ada. Yang jualan beras juga sudah ada,” ujar Edi, Kamis (23/10/2025).

Baca Juga : Wabup HSU Resmikan Pembangunan 80.000 Gerai Kopdes

Ia menilai, tujuan utama pembentukan KOPDES semestinya adalah membantu produk-produk unggulan desa menembus pasar yang lebih luas — baik ke wilayah perkotaan maupun ke pasar ekspor. Langkah tersebut, lanjutnya, akan selaras dengan visi Presiden dalam memperbaiki rantai pasok nasional.

“Itulah arti supply chain yang diperbaiki. Produk desa didorong keluar, bukan sekadar memenuhi kebutuhan desa,” tegasnya.

Sebagai contoh, Edi menyinggung potensi produk madu khas masyarakat Badui yang memiliki nilai jual tinggi. Ia menilai KOPDES dapat berperan dalam memperluas akses pasar dan memperkuat jaringan distribusi produk semacam itu agar lebih modern dan berdaya saing.

Baca Juga : Kemenkop Minta Pemda Siapkan Lahan Kopdes Merah Putih

Namun, ia mengingatkan, apabila KOPDES justru bersaing langsung dengan warung maupun pedagang kecil, maka pelaku UMKM desa yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi perdesaan bisa tertekan dan kehilangan ruang usaha.

Baca Juga  Soal Isu Teguran Presiden, Bahlil Lahadalia: Itu Hanya Presiden yang Tahu

Edi pun berharap pemerintah memperjelas desain program dan arah kebijakan KOPDES, agar koperasi benar-benar fokus pada aspek pemberdayaan, peningkatan kapasitas, serta perluasan pasar bagi produk desa.

“Spiritnya harus diperhatikan. KOPDES hadir untuk mendorong, bukan menggantikan,” pungkasnya. (Aqli/Red).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *