Gangguan Selat Hormuz Buka Peluang Ekspor Pupuk Indonesia

  • Bagikan
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono di di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (14/1/2025). (Foto:Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta — Gangguan distribusi pupuk global akibat penutupan Selat Hormuz membuka peluang ekspor baru bagi Indonesia. Pemerintah menilai kondisi tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperluas pasar pupuk nasional, khususnya urea.

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, mengatakan sekitar sepertiga distribusi pupuk dunia melewati Selat Hormuz, dengan sebagian besar pasokan berasal dari kawasan tersebut. Ketika jalur tersebut terganggu, banyak negara mengalami kesulitan mendapatkan pupuk, terutama urea.

“Kondisi ini membuat banyak negara di dunia kini membutuhkan pasokan urea dari Indonesia. Kita adalah salah satu produsen urea terbesar di dunia,” ujar Sudaryono di Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, menyebut sejumlah negara telah mulai menjalin komunikasi dengan pemerintah Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pupuk mereka. Beberapa di antaranya adalah pemerintah India, Filipina, dan Australia.

Baca Juga : Kementan Perkuat Perbenihan, Upaya Tekan Ketergantungan Impor Bawang Putih

“Pemerintah India sudah menghubungi kami. Saya juga telah menerima surat dari pemerintah Filipina dan Australia. Mereka siap membeli dengan harga berapa pun,” katanya.

Menurut Sudaryono, tingginya permintaan global tersebut juga membuat pemerintah membatalkan rencana sebelumnya untuk menutup sejumlah pabrik pupuk dalam negeri. Pabrik-pabrik yang sebelumnya dianggap tidak lagi optimal kini tetap dipertahankan guna memenuhi lonjakan kebutuhan pasar internasional.

“Pabrik-pabrik yang tadinya direncanakan untuk kita suntik mati, sekarang tidak jadi. Karena ternyata permintaan sangat tinggi,” jelasnya.

Ia menambahkan perkembangan tersebut telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto, termasuk potensi komunikasi dari pemimpin negara lain terkait kebutuhan pupuk.

Dalam satu tahun ke depan, Pupuk Indonesia Holding Company menargetkan ekspor pupuk mencapai 1,5 juta ton. Meski demikian, pemerintah memastikan kebutuhan pupuk petani di dalam negeri tetap menjadi prioritas utama.

Baca Juga : Mentan Amran: Program MBG Gerakkan Ekonomi Desa

“Kita punya rencana dalam setahun ini kita punya stok dan bisa ekspor pupuk sebanyak 1,5 juta ton totalnya. Dan pastinya kebutuhan pupuk petani di dalam negeri akan kita penuhi terlebih dahulu. Itu tidak akan kita utak-atik,” tegas Sudaryono yang juga menjabat Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia.

Baca Juga  Gubernur Pramono Izinkan Belajar Langsung di SMAN 72 Pasca Ledakan
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *