Kemensos dan BGN Matangkan Perluasan Program Makan Bergizi Gratis untuk Lansia dan Disabilitas

  • Bagikan
Kemensos dan BGN Matangkan Program Makan Bergizi Gratis untuk Lansia dan Disabilitas. (Foto: Kemensos/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Badan Gizi Nasional (BGN) tengah mematangkan rencana perluasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar menjangkau kelompok lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas. Program ini dirancang sebagai penguatan perlindungan sosial bagi kelompok rentan di luar penerima manfaat anak sekolah yang selama ini menjadi sasaran utama MBG.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul mengatakan, koordinasi intensif telah dilakukan dengan Kepala BGN Dadan Hindayana untuk merumuskan skema pelaksanaan MBG bagi lansia. Fokus utama rencana ini adalah lansia berusia di atas 75 tahun yang hidup seorang diri dan memiliki keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari.

“Semalam saya sudah berkoordinasi dengan Kepala BGN, Prof Dadan, untuk mematangkan rencana makan bergizi gratis bagi lansia yang usianya di atas 75 tahun dan tinggal sendirian. Ini masih dalam tahap pembicaraan,” ujar Gus Ipul usai menghadiri pertemuan tokoh organisasi kemasyarakatan Islam dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Menurut Gus Ipul, kesepakatan awal antara Kemensos dan BGN adalah memperluas fungsi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang ada di daerah. Ke depan, SPPG tidak hanya melayani kebutuhan gizi anak-anak sekolah, tetapi juga lansia dan penyandang disabilitas berdasarkan data resmi pemerintah.

Baca Juga : Wamensos Agus Jabo Tekankan Pentingnya Adaptivitas Siswa Sekolah Rakyat Hadapi Perkembangan Zaman

Pendataan calon penerima manfaat, kata Gus Ipul, akan melibatkan pemerintah daerah. Kemensos akan melakukan asesmen awal terhadap lansia dan penyandang disabilitas yang dinilai layak menerima MBG. Data tersebut kemudian diserahkan kepada kepala daerah untuk diverifikasi dan ditandatangani sebelum disampaikan kepada BGN sebagai dasar pelaksanaan pelayanan.

Baca Juga  Kemendagri Minta Pemda Percepat Persiapan Sekolah Rakyat 2025

“SPPG di sekitar wilayah itu nanti juga melayani lansia dan penyandang disabilitas sesuai data yang kami serahkan. Data berasal dari daerah, setelah asesmen kami lakukan, lalu diverifikasi oleh kepala daerah, baru kemudian dilayani oleh BGN,” jelasnya.

Selain penyediaan makanan bergizi, program MBG bagi lansia dan penyandang disabilitas juga akan diperkuat dengan kehadiran caregiver atau pengasuh. Gus Ipul menyebut Kemensos telah menyiapkan skema pelatihan caregiver yang akan dilakukan secara bertahap. Namun, pada tahap awal, distribusi makanan akan dibantu oleh petugas pengantar MBG yang mendatangi langsung rumah penerima manfaat.

“Kita awali dengan pelatihan caregiver. Tapi sebelum pelatihan itu selesai, sementara waktu kita gunakan tenaga pengantar yang mengirim MBG langsung ke rumah lansia dan penyandang disabilitas,” katanya.

Baca Juga : Kemensos Dirikan Dapur Umum dan Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Banjir Bandang di Pemalang

Terkait pembagian peran, Gus Ipul menegaskan bahwa anggaran program MBG untuk lansia dan penyandang disabilitas akan dipusatkan di BGN. Sementara itu, Kemensos bertanggung jawab dalam menyiapkan petugas lapangan, sistem distribusi, serta pendampingan bagi penerima manfaat.

“Anggarannya kita satukan di BGN. Kemensos menyiapkan yang mengantarkan dan yang merawat,” ujarnya.

Rencana perluasan MBG ini diharapkan menjadi langkah konkret negara dalam memperkuat jaring pengaman sosial serta memastikan pemenuhan gizi bagi lansia dan penyandang disabilitas yang memiliki keterbatasan akses, sehingga kualitas hidup kelompok rentan tersebut dapat terus ditingkatkan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *