Nusawarta.id, Jakarta – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menekankan pentingnya peran aktif asosiasi peternak sapi sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat produksi daging nasional. Hal ini dianggap krusial untuk mempercepat tercapainya swasembada pangan secara berkelanjutan.
“Peran asosiasi peternak sapi sebagai mitra strategis pemerintah sangat penting dalam mendukung swasembada pangan nasional,” ujar Wamentan Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) di Bogor, Minggu.
Wamentan Sudaryono menjelaskan bahwa kehadiran pemerintah dalam berbagai forum peternak merupakan bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan para pelaku usaha. Menurutnya, asosiasi berfungsi sebagai jembatan antara pemerintah dan peternak agar kebijakan yang dibuat dapat berjalan lebih efektif.
“Hari ini kita hadir di Rakernas Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi. Ini adalah asosiasi yang juga salah satu mitra pemerintah. Kita ada asosiasi tebu, hortikultura, termasuk peternakan sapi. Intinya, semua asosiasi ini dibentuk supaya koordinasinya lebih mudah,” jelas Wamentan.
Lebih lanjut, Wamentan menilai keberadaan asosiasi peternak memberikan dampak positif dalam mendukung kebijakan pangan nasional, terutama di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Melalui wadah asosiasi, aspirasi peternak dapat tersampaikan secara langsung sekaligus mempermudah pemerintah dalam melakukan pembinaan dan koordinasi lintas sektor.
“Saya kira ini adalah suatu hal yang positif. Era Presiden Prabowo sekarang ini adalah era swasembada pangan. Kebutuhan pangan, sektor pertanian, dan peternakan akan dibereskan. Jadi ini saya kira positif,” tambahnya.
Wamentan juga menekankan bahwa anggota APPSI merupakan pelaku lama di sektor peternakan yang sebelumnya telah aktif dibina pemerintah. Kehadiran asosiasi ini diyakini semakin memudahkan proses koordinasi antara pemerintah dan peternak.
“Ini kan orang-orang lama. Sebelum ada APPSI mereka sudah aktif dibina oleh pemerintah, kemudian mereka membentuk asosiasi yang lebih memudahkan kita untuk koordinasi,” ujarnya.
Rakernas APPSI 2025, yang digelar di Bogor, menjadi momentum penting bagi para peternak dan penggemuk sapi dari berbagai daerah untuk melakukan konsolidasi. Mengusung tema “Meningkatkan Produktivitas dan Kesejahteraan Peternak Menuju Ketahanan Pangan dan Swasembada Sapi di Indonesia”, forum ini juga menjadi ruang dialog antara pemerintah dan asosiasi peternak untuk membahas berbagai isu serta mencari solusi dalam sektor peternakan sapi.
Kementerian Pertanian menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi dengan asosiasi peternak. Sinergi ini dianggap esensial dalam mewujudkan agenda swasembada pangan nasional, yang membutuhkan kerja sama erat antara pemerintah dan pelaku usaha di lapangan.












