Nusawarta.id, Jakarta – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menggelar pertemuan penting dengan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Wihaji di kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Kamis (21/11/2025). Pertemuan ini membahas upaya pengentasan stunting di Indonesia melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) khusus kelompok 3B, yakni Bumil (Ibu Hamil), Busui (Ibu Menyusui), dan Balita non-PAUD.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Wihaji menyampaikan perkembangan pelaksanaan program selama satu tahun terakhir. Salah satu capaian penting adalah pengerahan 600 ribu Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang bertugas memastikan Program MBG tersalurkan dengan tepat kepada sasaran, mulai dari ibu hamil hingga anak-anak balita. Tim ini juga melakukan pemantauan langsung di rumah-rumah warga, sehingga distribusi bantuan gizi tidak hanya bersifat simbolis, tetapi benar-benar menyentuh kehidupan keluarga di lapangan.
“Dari penjelasan Menteri Wihaji, saya melihat dengan jelas arah besar yang tengah ditempuh, yaitu bahwa Program MBG bukan sekadar distribusi makanan, tetapi merupakan fondasi penting untuk memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat tanpa ancaman stunting,” ujar Sekretaris kabinet Teddy dikutip dari laman Instagram @sekretariat.kabinet.
Baca Juga : MBG Baru Sentuh 1,2 Juta dari Target 9,3 Juta, BKKBN Fokus Perluas Cakupan
Program ini menjadi salah satu inisiatif prioritas pemerintah dalam rangka menindaklanjuti komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk memberantas stunting di Indonesia. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada distribusi makanan, tetapi juga pada pemantauan tumbuh kembang anak sejak masa kehamilan hingga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Kemendukbangga/BKKBN sendiri memiliki peran strategis dalam mendukung tata kelola dan distribusi MBG bagi kelompok 3B. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah pendataan ibu hamil, yang jumlahnya bersifat dinamis. Untuk mengatasi hal ini, kementerian mengembangkan aplikasi pemantauan khusus Program MBG yang memungkinkan laporan tumbuh kembang anak dapat dilakukan secara real-time. Indikator yang dipantau mencakup tinggi badan, berat badan, warna kulit, hingga kondisi rambut anak, sehingga intervensi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Menteri Wihaji menekankan bahwa keberhasilan Program MBG bergantung pada kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat. “Ini adalah kerja nyata dari rumah ke rumah. Tim Pendamping Keluarga adalah ujung tombak kami untuk memastikan setiap ibu dan anak mendapatkan gizi yang tepat,” ungkapnya.
Seskab Teddy menambahkan, penguatan program ini akan menjadi salah satu langkah strategis dalam memastikan generasi masa depan Indonesia tumbuh sehat dan produktif. Ia menekankan bahwa pemberantasan stunting bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Baca Juga : Percepat Penanganan Stunting, Wabup Tinjau Dapur MBG di Daha Selatan
Dengan program yang semakin terintegrasi dan pemanfaatan teknologi digital, diharapkan upaya pengentasan stunting di tanah air dapat berjalan lebih efektif, cepat, dan tepat sasaran.












