Wamenpar Dorong Pemandu Wisata Kuasai Bahasa Asing untuk Tingkatkan Daya Saing

  • Bagikan
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mendorong para pemandu wisata di daerah agar menguasai bahasa asing. Foto.Nusawarta.id/Kementerian Pariwisata

Nusawarta.id, Jakarta Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa mendorong para pemandu wisata di daerah agar menguasai bahasa asing, terutama bahasa Inggris, guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan daya saing sektor pariwisata nasional.

“Pengalaman wisata yang berkesan lahir dari pelayanan prima, keramahtamahan, dan kemampuan komunikasi yang baik. Di sinilah peran pemandu wisata sebagai wajah dan duta pariwisata menjadi sangat penting,” kata Ni Luh saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (12/10).

Ni Luh menyampaikan hal tersebut usai membuka pelatihan bahasa Inggris bagi Tour Guide di Kabupaten Lumajang yang digelar secara daring pada Rabu (8/10). Kementerian Pariwisata, Pemerintah Kabupaten Lumajang, dan Universitas LIA berkolaborasi dalam pelatihan tersebut sebagai implementasi dari amanat Undang-Undang Kepariwisataan yang baru disahkan.

Ia menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan kepercayaan diri pemandu wisata dalam melayani turis mancanegara, sekaligus memperkuat citra positif Lumajang di mata dunia.

Baca Juga Menko PMK Perintahkan Evaluasi Nasional Bangunan Pendidikan, Usai Tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

“Dengan kemampuan komunikasi yang baik, pemandu wisata bisa memberikan pengalaman yang tak terlupakan. Dampaknya, Lumajang akan semakin dikenal, baik secara nasional maupun internasional,” ujarnya.

Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar Martini M. Paham menilai pelatihan ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat kompetensi komunikasi dan pelayanan pelaku pariwisata di destinasi unggulan.

“Penguasaan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, merupakan keterampilan penting dalam mengenalkan dan mempromosikan potensi daerah kepada wisatawan global,” kata Martini.

Ia menambahkan bahwa pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan berbahasa, tetapi juga membekali pemandu dalam merepresentasikan budaya, keindahan alam, hingga produk lokal.

Baca Juga Mendagri Tito Karnavian Dorong Pemkot Medan Maksimalkan Sosialisasi Pembebasan PBG untuk MBR

“Pemandu wisata yang kompeten akan tampil sebagai duta bangsa yang profesional, ramah, dan berwawasan luas,” tambahnya.

Baca Juga  Kemenekraf Tegaskan Dukungan Penuh untuk “100 Musisi Heal Sumatra Charity Concert”

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar Hariyanto menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas SDM dalam penguasaan bahasa asing sebagai kunci daya saing destinasi.

“Semakin baik keterampilan pemandu wisata, semakin tinggi pula kualitas layanan yang diterima wisatawan. Ini akan memperkuat citra positif destinasi,” katanya.

Bupati Lumajang Indah Amperawati menyambut baik pelatihan tersebut dan menyatakan komitmen pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor pariwisata secara berkelanjutan.

“Kunjungan wisatawan mancanegara ke Lumajang terus meningkat. Ini menunjukkan potensi besar Lumajang sebagai destinasi berskala internasional,” ucap Indah.

Pelatihan yang menyasar para pemandu wisata dari berbagai destinasi di Lumajang, khususnya Tumpak Sewu, akan berlangsung selama Oktober 2025. Program pelatihan mencakup empat sesi intensif dengan fokus pada praktik dialog (roleplay) yang relevan dengan tugas kepemanduan. (Ki/Red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *