Mensos Optimistis Target 500 Sekolah Rakyat Tercapai 2029

  • Bagikan
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat memberikan sambutan di acara peresmian 166 Sekolah Rakyat rintisan di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 9 Banjarbaru di area Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026). (Foto: Kemensos/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, optimistis target pembangunan 500 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia hingga tahun 2029 dapat tercapai. Menurutnya, Kementerian Sosial (Kemensos) telah menjalin sinergi dengan berbagai pihak, termasuk kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, serta sektor swasta, untuk membangun minimal 100 Sekolah Rakyat permanen setiap tahunnya.

“Minimal ya. Kalau 100 sekolah setiap tahun berarti tahun ini 100, tahun depan 100, tahun berikutnya 100,” ujar Gus Ipul dalam keterangannya kepada media, Kamis (15/01/2026).

Ia menambahkan bahwa koordinasi erat dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) juga terus dilakukan, karena kementerian tersebut akan bertanggung jawab membangun sarana dan prasarana sekolah.

Program ini sendiri merupakan bagian dari target Presiden Prabowo Subianto yang ingin mewujudkan 500 Sekolah Rakyat hingga 2029. Setiap sekolah dirancang mampu menampung sekitar 1.000 murid dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Baca Juga : Pemkab Tanah Bumbu Nyatakan Dukungan Penuh Program Sekolah Rakyat Presiden Prabowo

Gus Ipul menegaskan bahwa pembangunan gedung sekolah permanen hanyalah salah satu sisi dari program tersebut. Kemensos juga tengah menyiapkan mekanisme seleksi siswa, perekrutan guru, tenaga kependidikan, dan kebutuhan operasional lainnya. Fokus utama dari program ini adalah memastikan murid yang diterima berasal dari keluarga paling tidak mampu, khususnya kelompok Desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Yang penting adalah yang bisa sekolah di sini adalah anak-anak dari keluarga yang paling tidak mampu. Tidak boleh ada suap-menyuap, tidak boleh sogok-menyogok, dan tidak boleh ada titipan. Memang harus mereka yang layak memenuhi kriteria untuk bisa sekolah di sini,” tegas Gus Ipul.

Ia menambahkan, dengan prinsip tersebut, diharapkan semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu memperoleh kesempatan pendidikan berkualitas di Sekolah Rakyat.

Baca Juga  Kemensos Soroti Dua PR Utama Program Sekolah Rakyat: Sekolah Permanen dan Hilirisasi Lulusan

Langkah konkret Presiden Prabowo dalam mendorong pendidikan inklusif ini sebelumnya terlihat saat peresmian 166 Sekolah Rakyat Rintisan di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 9 Banjarbaru, Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (12/01/2026). Dalam kesempatan itu, Presiden menegaskan komitmennya untuk menuntaskan target 500 sekolah hingga akhir masa jabatannya.

“Sasaran kita adalah 500 Sekolah Rakyat sampai tahun 2029. Insya Allah akan tercapai,” ujar Presiden.

Ia menekankan bahwa program ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memutus rantai kemiskinan ekstrem antargenerasi.

“Cita-cita saya, di akhir masa jabatan saya tahun 2029, adalah agar mereka yang berada di kemiskinan ekstrem Desil 1 dan 2 bisa kita ubah nasibnya. Saya percaya itu bisa terjadi,” tambahnya.

Hingga tahun 2025, sebanyak 166 Sekolah Rakyat Rintisan telah beroperasi di 34 provinsi dengan rincian: Sumatera 35 lokasi, Jawa 70 lokasi, Bali dan Nusa Tenggara 7 lokasi, Kalimantan 13 lokasi, Sulawesi 28 lokasi, Maluku 7 lokasi, dan Papua 6 lokasi. Sekolah-sekolah ini saat ini menampung 15.945 siswa yang dibimbing oleh 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan (tendik).

Seiring berjalannya program, pembangunan Sekolah Rakyat Permanen juga telah dimulai pada tahun ini di 104 titik lokasi. Distribusinya mencakup Sumatera 26 lokasi, Jawa 40 lokasi, Bali dan Nusa Tenggara 3 lokasi, Kalimantan 12 lokasi, Sulawesi 16 lokasi, Maluku 4 lokasi, dan Papua 3 lokasi.

Baca Juga : Presiden Prabowo Resmikan Program Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Ribuan Guru dan Siswa Siap Sambut Peluncuran Nasional

Dengan kombinasi pembangunan fisik sekolah, perekrutan tenaga pendidik, dan sistem seleksi siswa yang ketat, Gus Ipul yakin program Sekolah Rakyat akan menjadi jembatan bagi anak-anak kurang mampu untuk memperoleh pendidikan berkualitas dan membuka jalan keluar dari lingkaran kemiskinan ekstrem.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *