Pramono Anung Murka, Perintahkan Penindakan Tegas Premanisme Pemalakan Sopir Bajaj di Tanah Abang

  • Bagikan
Suasana pasar tanah abang. (Foto: Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Pramono Anung geram setelah melihat video aksi dugaan pemalakan terhadap sopir bajaj di kawasan Tanah Abang yang viral di media sosial. Dalam video tersebut, seorang sopir bajaj mengaku diminta setoran sebesar Rp100 ribu per hari oleh oknum yang diduga melakukan praktik premanisme.

Menanggapi hal itu, Gubernur DKI Jakarta tersebut langsung memerintahkan Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap pelaku.

“Saya sudah melihat videonya kemarin dan saya sudah meminta kepada Satpol PP serta Kepala Dinas untuk mengambil tindakan tegas terhadap hal itu,” kata Pramono, Minggu (12/4/2026).

Menurut Pramono, praktik premanisme dalam bentuk apa pun tidak boleh dibiarkan tumbuh dan berkembang di Ibu Kota. Ia menegaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak akan memberi ruang bagi pihak-pihak yang meresahkan masyarakat, terutama yang memeras para pekerja sektor informal seperti sopir bajaj.

Ia menegaskan tidak akan ada kompromi terhadap aksi-aksi yang mengarah pada pemerasan maupun intimidasi terhadap warga. “Tidak ada kompromi lagi. Premanisme di Jakarta, saya sebagai gubernur tidak ragu untuk menindaknya,” ujarnya.

Baca Juga : Damkar Jadi Korban Begal di Gambir, Pramono Anung Minta Satpol PP Beri Bantuan dan Lapor Polisi

Video yang memicu kemarahan gubernur itu diunggah oleh akun Instagram @jabodetabek24info. Rekaman tersebut memperlihatkan detik-detik ketika seorang sopir bajaj dihampiri seseorang yang diduga pelaku pemalakan saat kendaraan mulai berjalan di kawasan Tanah Abang.

Video tersebut direkam oleh seorang penumpang yang berada di dalam bajaj. Dalam percakapan antara penumpang dan sopir, sopir tersebut mengungkapkan bahwa praktik pemalakan tersebut sudah terjadi dan menuntut setoran harian yang cukup besar.

Baca Juga  Prabowo Singgah Dadakan di Pos TNI Miangas, Sapa Prajurit Penjaga Perbatasan

“Kalau di Tanah Abang memang seperti itu ya? Diminta apa tuh? Tapi palak atau apa sih, Bang?” tanya penumpang dalam video.

“Iya, palak. Sehari Rp100 ribu,” jawab sopir.

Dalam rekaman itu, sopir juga menyebutkan bahwa pelaku kerap melakukan ancaman jika permintaan uang tidak dipenuhi. Bahkan, ia mengaku kaca depan bajaj yang dikemudikannya pernah dirusak oleh pelaku.

“Terus kalau nggak dikasih gimana, Bang?” tanya penumpang lagi.

Baca Juga : Pramono Anung Murka Laporan Warga Dijawab Foto AI, Pemprov DKI Perintahkan Investigasi

“Diteriakin maling. Ini pada pecah nih (kaca depan bajaj),” jawab sopir sambil menunjukkan kerusakan pada kendaraannya.

Kasus ini kembali menyoroti persoalan premanisme yang masih terjadi di sejumlah titik aktivitas ekonomi di Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan akan berkoordinasi dengan aparat terkait untuk menertibkan praktik tersebut agar tidak kembali terjadi dan memberikan rasa aman bagi para pekerja transportasi maupun masyarakat umum.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *